Dalam kegiatan posyandu terpadu, para ibu diajarkan cara mengolah makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi tinggi dengan memanfaatkan potensi pangan lokal yang ramah kantong. Tenaga gizi puskesmas juga memantau secara berkala kurva pertumbuhan balita, lingkar lengan atas ibu hamil, serta memastikan distribusi tablet tambah darah berjalan tanpa hambatan. Pendekatan berbasis komunitas ini dinilai berhasil membangun pemahaman keluarga mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Keberhasilan program penurunan stunting ini juga ditopang oleh perbaikan sanitasi lingkungan dan akses air bersih di pemukiman warga. Para kepala desa diimbau untuk mengalokasikan sebagian dana desa guna mendukung pengadaan paket makanan tambahan serta revitalisasi posyandu. Dengan sinergi lintas pemangku kepentingan yang konsisten, target penurunan angka gagal tumbuh pada anak nasional diharapkan tercapai secara optimal. (gmn)

0 Komentar